Menu

Mode Gelap
Breaking News: Kantor Dinsos Bolmong Digeledah Menjelang hari Lebaran, 1 Terpidana Korupsi, Dieksekusi oleh Kejari Kotamobagu Seriusi Dugaan Korupsi di RSUD Datoe Binangkang, Dirut Enggan Bicara Si Jago Merah Ludeskan Mapolres Kotamobagu Lakalantas di Kaidipang, 1 Tewas 3 Luka-Luka

Berita · 27 Sep 2022 15:37 WITA

Restorative Justice Cabjari Dumoga Disetujui


 Restorative Justice Cabjari Dumoga Disetujui Perbesar

KANAL BOLMONG — Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu Di Dumoga, Edwin B. Tumundo, S.H.,M.H. didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum pada Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga, telah melakukan Gelar Perkara/ekspose Pengajuan Persetujuan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative (Restorative Justice) atas nama tersangka HFT yang disangkakan Pasal 351 ayat (1) KUHP, bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Selasa 27 September 2022.

Adapun kegiatan gelar perkara tersebut, dilakukan bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu yaitu Elwin Agustian Khahar S.H.M.H. dan dihadiri oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum beserta Jaksa Penununtut Umum, di Aula Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

Selanjutnya, dalam gelar perkara dilaksankan dihadapan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Oharda pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum serta Jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan Jajaran pada Kejaksaan Agung R.I. yang juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yaitu Edy Birton, S.H., M.H.,dan didampingi oleh Asisten Tindak Pidana Umum serta Jajaran pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. “Gelar Perkara di lakukan secara Daring melalui media Zoom Meeting, dari Ruang Aula Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Ruang Aula Kejaksaan Tinggi beserta Ruang Aula Kejaksaan Negeri Kotamobagu,” kata Edwin Tumondo

Lanjutnya, bahwa dalam Gelar perkara tersebut mendapatkan hasil bila perkara atas nama Tersangka HFT tersebut disetujui untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative (Restorative Justice). “Hal ini dilakukan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor: 15 Tahun 2020 tanggal 02 Juli Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative. Dimana dalam Oleh karena itu Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu Di Dumoga melakukan Keadilan Restorative (Restorative Justice) terhadap Tersangka dengan inisial HFT dengan terhadap korban,” jelasnya.

Diketahui, berdasarkan Surat Perintah Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga terkait Untuk memfasilitasi perdaiamaian berdasarkan Keadilan Restoratif Nomor:Print 357/P.1.12.8/eoh.2/09/2022 tanggal 19 September 2022. Bahwa dalam paparan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga, terhadap perkara atas nama Tersangka HFT dan pada intinya telah memenuhi syarat untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Restorative Justice (Keadilan Restorative) yaitu:
A. Tersangka baru Pertama kali melakukan tindak Pidana;
B. Ancama pidana Denda atau Penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;
C. Terdapat Kesepakatan Perdamaian antara Tersangka dan Keluarga Korban berbentuk surat Perdamaian;
D. Adanya Respon Positif dari masyarakat.
7.Bahwa kegiatan, dilaksanakan dengan aman dan lancar.
DUM.(san)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Resmi Dilantik, Ratusan PKD se Bolmong Siap Sukseskan Pilkada

3 Juni 2024 - 04:58 WITA

Pj Bupati Bolmong dr. Jusnan Mokoginta Bersama Dinkes Sambut Kunjungan Kerja dari NLR Alliance Office

31 Mei 2024 - 20:46 WITA

Pj Bupati Bolmong dan Istri Disambut Itum-Itum, Tari Kabela dan Tuitan saat Menuju Rumah Dinas

29 Mei 2024 - 20:52 WITA

Pj Bupati Bolmong dr. Jusnan Mokoginta Paparkan Hasil Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

28 Mei 2024 - 20:36 WITA

Pj Bupati Bolmong dr. Jusnan Mokoginta Paparkan Hasil Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

dr. Jusnan Mokoginta Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati Bolmong oleh Gubernur Sulawesi utara

22 Mei 2024 - 20:41 WITA

dr. Jusnan Mokoginta Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati Bolmong oleh Gubernur Sulawesi utara

Beredar Pesan WA Bernada Ancaman, Kajari Elwin Khahar Tegaskan Hal Ini

18 Mei 2024 - 21:44 WITA

Kajari Mewarning Untuk Tidak Terima Gratifikasi
Trending di Kanal Hukum dan Kriminal