Menu

Mode Gelap
Breaking News: Kantor Dinsos Bolmong Digeledah Menjelang hari Lebaran, 1 Terpidana Korupsi, Dieksekusi oleh Kejari Kotamobagu Seriusi Dugaan Korupsi di RSUD Datoe Binangkang, Dirut Enggan Bicara Si Jago Merah Ludeskan Mapolres Kotamobagu Lakalantas di Kaidipang, 1 Tewas 3 Luka-Luka

Kanal Boltim · 25 Nov 2022 17:30 WITA

Bupati Sachrul Bacakan Sambutan Mendikbudristek RI Saat Jadi Irup Peringatan HUT PGRI dan HGN di Boltim


 Bupati Sachrul Bacakan Sambutan Mendikbudristek RI Saat Jadi Irup Peringatan HUT PGRI dan HGN di Boltim Perbesar

KANAL BOLTIM— Upacara bendera dalam rangka memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berlangsung tertib dan khidmat, Jumat 25 November 2022.

Pada kesempatan ini, bertindak selaku Inspektur upacara (Irup) Bupati Sam Sachrul Mamonto membacakan sambutan Menteri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Dalam amanatnya Nadiem menyampaikan, guru di seluruh indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena pembelajaran jarak jauh, banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan dan sejahtera.

Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang termotivasi, tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah. Saat saya menginap di rumah guru penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren Jawa Timur saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa dari para guru.

Saat sarapan dengan mereka saya mendengar terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka. Disitulah baru saya memahami bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru tapi justru menyalakan obor perubahan.

Guru se indonesia menginginkan perubahan dan kami mendengar. Guru se indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Guru se indonesia menginginkan kurikilum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. Guru se indonesia menginginkan pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid bukan pada birokrasi. Guru se indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang merdeka belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan merdeka belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.

Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Karena itulah saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan merdeka belajar demi kehidupan dan masa depan guru se indonesia yang lebih baik. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru se nusantara atas ketangguhan dan pengorbanan mereka. Merdeka belajar ini sekarang milik anda. Milik para guru hebat. Salam merdeka belajar,” tutup Nadiem.

Sementara itu, ada sisi menarik dalam momentum upacara kali ini. Dimana, Bupati Sam Sachrul Mamonto meneteskan air mata saat bait lagu “Terima Kasih Guruku” berkumandang di tengah suasana upacara berlangsung.

“Saat lagu terima kasih guruku sedang dilatunkan saya sangat terharu dan meneteskan air mata karena teringat perjuangan seorang guru, salah satunya adalah guru saya,” ungkap Sachrul.

Menurut Sachrul, kesuksesannya saat ini menjadi seorang pemimpin daerah tidak lepas dari peran dan didikan seorang guru.

“Tanpa guru, sejarah indonesia mungkin akan berbeda. Hal ini membuktikan bahwa betapa penting dan mendasarnya peran guru sebagai pendidik yang paling utama. Maka sangat pantas bila guru disematkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar top eksekutif Boltim ini.

Di penghujung upacara, bupati juga berkesempatan menyerahkan tali asih jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim berupa bantuan sembako kepada orang tua siswa kurang mampu. Dimana, donasi ini merupakan inisiatif guru-guru tingkat PAUD, SD dan SMP se Kabupaten Boltim.

Rangkaian acara peringatan HUT PGRI dan HGN tahun 2022, ditutup rapat kerja bupati dengan tenaga pendidik se Kabupaten Boltim. (arm)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pemkab Boltim Ikuti Verifikasi Lapangan Hybird Kabupaten Layak Anak Tahun 2023 dilaksanakan Secara Virtual

31 Mei 2023 - 18:33 WITA

Kabupaten Layak Anak

Rahman Hulalata Wakili Bupati Hadiri Pelantikan BKMT Boltim

7 Februari 2023 - 18:42 WITA

Bupati Sachrul Minta OPD Kooperatif Saat Pemeriksaan BPK

6 Februari 2023 - 18:30 WITA

Pasar Murah SPHP Akan Digelar di Kecamatan Kotabunan

6 Februari 2023 - 18:27 WITA

Bupati Boltim Terima Gelar Datung Banua Saat Hadiri Upacara Adat Tulude

4 Februari 2023 - 08:37 WITA

Upacara Adat Tulude Desa Jiko Belanga Sukses Digelar

3 Februari 2023 - 22:35 WITA

Trending di Kanal Boltim